Pramono Pastikan Ekonomi Jakarta Tumbuh Stabil
By Admin

nusakini.com, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, stabilitas ekonomi Jakarta saat ini tetap terjaga kuat dengan capaian investasi dan pengelolaan fiskal yang melampaui target.
Hal ini disampaikannya saat memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 dalam konferensi pers yang digelar di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/1).
"Di tengah dinamika perekonomian global nasional, Alhamdulillah perekonomian DKI Jakarta tetap terjaga dengan baik. Inflasi, aktivitas ekonomi yang berkelanjutan, serta iklim investasi yang kondusif," ujar Pramono.
Menurut Pramono, ekonomi Jakarta tumbuh stabil dengan dukungan kebijakan fiskal yang berdampak nyata, dengan pertumbuhan kumulatif 5,03 persen. Bank Indonesia sendiri memproyeksikan di tahun 2025 Jakarta akan tumbuh 4,6 sampai dengan 5,4 persen.
Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi salah satu sektor yang tumbuhnya paling tinggi yaitu 9,79 persen, dengan kontribusi kurang lebih 5,13 persen.
Pemaparan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terhadap transparansi dan akuntabilitas publik. Hingga 31 Desember 2025, APBD DKI Jakarta yang dianggarkan sebesar Rp91,86 triliun telah terealisasi sangat baik.
Pendapatan daerah tercatat sebesar Rp79,94 triliun, yang tidak hanya berasal dari pajak daerah dan retribusi daerah, tetapi juga pemanfaatan aset yang mencapai Rp448 miliar. Sementara belanja daerah terealisasi Rp76,05 triliun.
"Pembiayaan daerah tercatat Rp1,89 triliun. SiLPA pada Desember 2025, Rp5,78 triliun. Dengan surplus anggaran sebesar Rp3,89 triliun," lanjutnya.
Sedangkan, pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan ketiga tahun 2025 tercatat pada angka 4,96 persen. Angka ini menunjukkan pemulihan dan stabilitas perekonomian kota Jakarta dengan Indeks Keyakinan Konsumen pada bulan Desember 2025 berada pada level 145,33.
"Ini menunjukkan optimisme yang tinggi," kata dia.
Pramono juga menyebut kepercayaan investor kepada Pemprov DKI cukup kuat yang terlihat dari angka inflasi Jakarta 2,63 berada di bawah inflasi nasional 2,92. Sementara realisasi investasi tahun 2025 sebesar Rp270,9 triliun.
Dengan keterbukaan dan akuntabilitas yang baik ini, Pramono berharap dapat menjadi hal positif bagi Pemprov DKI, pelaku usaha, dan juga masyarakat Jakarta.
"Jakarta memiliki tanggung jawab yang besar untuk memastikan manfaat pembangunan yang dirasakan oleh seluruh warga Jakarta," tandasnya. (*)